
Sekertariat : Jl. Barek, skip utara, Yogyakarta
Kodepos : 55281
Telp (0274) 9240430, 6492340
website : http://www.gegama.geografi.ugm.ac.id
e-mail : gegama_geografi@yahoo.com
Sekretariat GEGAMA
Sekilas Diklatsar XXIX GEGAMA
Pendidikan dan Latihan Dasar XXIX GEGAMA
Lingkungan Hidup
Bidang Operasional GEGAMA

Sekertariat : Jl. Barek, skip utara, Yogyakarta
Kodepos : 55281
Telp (0274) 9240430, 6492340
website : http://www.gegama.geografi.ugm.ac.id
e-mail : gegama_geografi@yahoo.com
Diklatsar XXIX GEGAMA merupakan sebuah agenda rutin tahunan yang selalu diadakan oleh organisasi ini guna mencetak kader-kader muda penerus organisasi di masa yang akan datang. Pada awalnya diklatsar diadakan untuk mengenalkan kepada calon anggota wiramuda tentang organisasi GEGAMA serta seluk beluk tentang kegiatan kepecintaalaman. Rangkaian Kegiatan diklatsar pun bermacam- macam. Diawali dengan dinamika kelompok dilanjutkan dengan pemberian materi ruang sampai diklatsar lapangan. kegiatannya pun dirancang sedemikian rupa dengan persiapan yang mantap sehingga mampu menghasilkan kegiatan yang berkualitas dan berjalan dengan lancar. Persiapan dilaksanakan dengan terperionci dan se detail mungkin dan jangan sampai terlewatkan satupun. Hal inilah yang membedakan organisasi ini dengan organisasi yang lain. Karena mengingat kegiatan pencinta alam cenderung berada di alam bebas dengan fakator resiko yang sangat tinggi sehingga diperlukan sebuah persiapan yang cukup matang demi terselenggaranya acara dengan lancar.
Kegiatan diklatsar XXIX gegama diawali dengan open recruitment anggota baru. Pada kegiatan ini, panitia mencoba mempromosikan tentang organisasi GEGAMA. Langkah awal dari panitia untuk mempromosikan adalah mempresentasikan tentang organisasi gegama kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini berlangsung pada saat mahasiswa baru tengah mengadakan acara success skill yang merupakan agenda kegiatan wajib bagi mahasiswa baru. Disini GEGAMA diberi kesempatan untuk mempromosikan tentang organisasi GEGAMA. Alhasil, tanggapan dari mahasiswa baru cukup positif. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta yang berminat dengan mengisi formulir pendaftaran. Namun nampaknya sebagian besar mereka hanya berminat saja, untuk niatan ikut bergabung dengan gegama masih belum ada. Maklumlah alasan klasik mahasiswa baru yaitu ingin focus dengan kuliah. Padahal pengembangan softskill salah satunya dengan mengikuti organisasi sangat penting sebagai bekal nantinya setelah lulus dari jenjang perkuliahan.
Tidak berhenti disitu, kami juga mencoba membuka stand pendaftaran yang berada di depan ruang 1 guna menarik minat mahasiswa baru bergabung dengan GEGAMA. Kami mencoba membuat desain stand yang menarik mungkin dengan asesoris hiasan mulai dari tenda dome, foto kegiatan sampai perahu kayak. Stand ini mendapat antusias dari mahasiswa baru terbukti banyaknya mahasiswa yang mampir ke stand gegama untuk melihat hasil karya foto kegiatan yang telah dilakukan. Selain membuka stand pendaftaran gegama, kami juga membuat selebaran poster yang ditempel di beberapa sudut kampus. Setelah open recruitmen ditutup, alhasil kami mendapatkan 15 calon anggota wiramuda.
Kegiatan selanjutnya yang kami lakukan adalah mengumpulkan calon anggota wiramuda untuk kemudian diajak berkenalan satu dengan yang lain sembari melakukan tes potensi fisik. Disana beberapa calon anggota wiramuda sudah mulai akrab satu derngan yang lain. tes potensi fisik ini dilakukan di depan gedung rektorat. Nampak dari calon anggota wiramuda sangat antusias untuk berolah raga melakukan jogging mengelilingi area depan rektorat. Lelah terasa, kami pun beristirahat sambil nongkrong di angkringan sambil mengeringkan keringat.
Minggu selanjutnya kami memulai kegiatan materi ruang. Kegiatan materi ruang ini dtujukan untuk memberikan pengenalan terhadap organisasi gegama maupun tentang materi lain yang berkaitan dengan kegiatan alam bebas. Seperti manajemen perjalanan, materi hutan gunung, survival, maupun navigasi darat. Dalam materi ruang ini di isi oleh beberapa pemateri diantara dari gegama sendiri, matala dan dari pak aji.
Di sela-sela materi ruang, kami juga mengadakan kegiatan berupa dinamika kelompok dengan tujuan merekatkan hubungan antara calon wiramuda yang satu dengan yang lain serta dengan anggota gegama lainya. Kegiatan ini dilakukan di pantai siung. Agenda kegiatan sendiri berupa outbond dan camping ceria.
Terakhir, yaitu diklatsar lapangan hutan gunung. Kegiatan ini merupakan aplikasi amateri ruang yang didaptkan oleh peserta. Kegiatan ini dilakukan di area diklat jobolarangan tepatnya berada di lereng selatan gunung lawu. Dalam kegiatan kali ini diikuti oleh 7 orang peserta diklat dengan panitia sekitar 20 orang. Kegiatan ini dimulai pada hari sabtu, 28 Januari 2012 sampai hari kamis tanggal 2 Februari 2012. Kegiatan diklatsar lapangan ini diawali dengan sweeping di kampus untuk memastikan persiapan perlengkapan peserta. Setelah semuanya siap, kemudian dilanjutkan perjalanan menuju area diklatsar di daerah jobolarangan. Kegiatan lapanagan ayang pertama yaitu Longmarch. Peserta memulai start longmarch dari sekipan melewati lapak-lapak. Setelah itu sampai di tanjakan putus asa, dilanjutkan menuju cermoro wayang, dan Pertigaan pipa. Dan terakhir sampai di moncor. Disinilah peserta mendirikan camp sementara. Di hari kedua dan ketiga, kegiatan yang dilakukan adalah aplikasi navigasi darat. Pada kegiatan ini, dibagi menjadi 2 jalur. Navigasi darat sendiri berakhir di daerah saddle. Selanjutnya peserta melakukan kegiatan terakhir yaitu survival. Kegiatan ini berlangsung sampai tanggal 2 januari.
Pagi hari, tanggal 2 januari 2012, peserta ditarik menuju ke lapangan upacara. Disini seluruh anggota gegama dan peserta mlakukan upacara pelantikan. Disini calon anggota wiramuda secara resmi diangkat menjadi anggota wiramuda dan telah resmi pula menjadi bagian dari keluarga besar GEGAMA.
SELAMAT DATANG DI KELUARGA BESAR GEGAMA…!!!!!
Pada tahap pertama seorang calon anggota harus mengikuti pendidikan dasar dan berstatus sebagai anggota wiramuda. Untuk menjadi calon anggota wiramuda, ia harus mengikuti seleksi, melalui berbagai tes, antara lain: tes kesehatan, ketahanan fisik, serta wajib mengikuti prapendidikan dasar.
Calon anggota wiramuda yang telah lulus Pendidikan dan latihan dasar GEGAMA akan mendapatkan slayer berwarna merah sebagai simbol dan tanggungjawab yang disematkan pada saat Upacara Penutupan Pendidikan dan latihan Dasar. Setelah itu ia berstatus sebagai Anggota Wiramuda GEGAMA yang belum mempunyai nomor keanggotaan. Selama periode yang ditentukan seorang anggota wiramuda wajib mengikuti serangkaian kegiatan yang intinya merupakan pendalaman dari berbagai materi yang telah didapat pada pendidikan dan latihan dasar.
Pengertian Lingkungan Hidup
Pengertian lingkungan hidup berdasarkan UU No.4 Tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Ruang Lingkup Lingkungan Hidup
Ruang lingkup dari lingkungan itu sendiri terdiri atas komponen biotik, abiotik, dan kultur.
1. Abiotik
Merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi makhluk hidup dan terdiri atas tanah, atmosfer, air, dan sinar matahari.
2. Biotik
Merupakan semua makhluk hidup yang terdiri atas manusia, hewan, dan manusia. Menurut fungsinya dibedakan atas 3 kelompok yaitu: kelompok produsen, konsumen, dan pengurai.
3. Kultur
Kultur sering disebut juga dengan budaya yang merupakan komponen tambahan yang erat kaitannya dengan perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Pengelolaan Lingkungan
Menurut UU No.4 Tahun 1982 Pasal 1 ayat (7) menerangakan bahwa pengertian dari Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
Sasaran pengelolaan lingkungan hidup menurut Bab II pasal 4 UURI 23/1997 meliputi :
1. Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup.
2.Terwujudnya manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup yang memiliki sifat dan tindakan melindungi dan membina lingkungan hidup.
3. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
4. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup.
5. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
6.Terlindunginya NKRI terhadap dampak usaha dan atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup.
Pelestarian Lingkungan Hidup
Pelestarian lingkungan hidup merupakan suatu upaya atau tindakan untuk melestarikan dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan sekitar. Lingkungan sebagai sumber daya memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas baik secara kualitas maupun kuantitas. Keterbatasan merupakan karakteristik sumber daya alam karena pada suatu saat pasti akan rusak atau habis walaupun tidak tersentuh oleh tangan manusia. Saat penggunaan atau eksploitasi sumber daya telah melebihi daya dukung yang dimiliki lingkungan maka akan terjadi degradasi lingkungan.
Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan yang menjadi isu global dialami pula oleh Indonesia, mulai dari kerusakan hutan, kerusakan tanah, pencemaran, penipisan lapisan ozon, efek rumah kaca, hujan asam, penurunan keanekaragaman hayati, sampai berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.
Salah satu usaha pelestarian lingkungan hidup bisa dilakukan dengan sistem konservasi. Konservasi sumber daya alam hayati merupakan pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya. Adapun tujuannya adalah untuk terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta kesinambungan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Jadi dengan adanya konservasi ini diharapkan kerusakan yang terjadi di lingkungan sekitar dapat diminimalisir dan pemanfaatan sumber daya alam dapat dilakukan dengan bijaksana.
Bidang operasional yang berkembang di GEGAMA sekarang memiliki 5 divisi kegiatan yaitu, divisi Hutan Gunung, Arung Jeram, Penelusuran Gua, Panjat Tebing dan divisi lingkungan. Dalam perkembangannya, kegiatan operasional di GEGAMA mengalami pasang surut baik dari kualitas kegiatan, kuantitas kegiatan atau SDM yang ada.
Untuk mengatasi keadaan tersebut berbagai langkah telah dicoba diterapkan di GEGAMA. Beberapa langkah yang telah diterapkan di GEGAMA yaitu adanya pendivisian dan pembuatan kurikulum operasional. Pendivisian dimaksudkan agar regenerasi di masing-masing divisi terus berjalan dan kurikulum operasional merupakan acuan berkegiatan bagi anggota GEGAMA yang di dalamnya terdapat materi-materi operasional dan materi penunjang lainnya. Dari kurikulum operasional ini dibuat sebuah schedule kegiatan sebagai panduan untuk semua kegiatan operasional. Pengaturan jadwal kegiatan lapangan dibuat agar tidak terjadi benturan jadwal kegiatan antara sesama divisi di operasional dan bidang-bidang lain di GEGAMA. Sesuai schedule kegiatan, dalam 2 bulan masing-masing divisi minimal melakukan sekali kegiatan baik berupa kegiatan lapangan maupun latihan atau simulasi. Untuk menunjang kegiatan operasional, beberapa materi ruang atau diskusi dilakukan di GEGAMA.
Kepengurusan 2008/2009 mencoba mensinergiskan kondisi yang sedang berkembang ini dengan tema yang menekankan pada kegiatan operasional dan lingkungan yang berorientasi ilmiah dan informatif. Kegiatan operasional diharapkan dapat optimal dengan mengacu pada kurikulum operasional sehingga ada peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan operasional.
Siklus kegiatan operasional yang ada di GEGAMA sekarang sebenarnya merupakan penyesuaian keadaan yang ada saat ini, yaitu Diklatsar – Latihan Dasar – Kegiatan Lapangan – Mandiri Operasional – Pendevisian. Dari siklus inilah materi operasional disampaikan secara bertahap dan berkelanjutan.
Musyawarah Anggota (Musang) GEGAMA 2011 akan dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu (25-27 Maret 2011). Tempat pelaksanaan Musang di sanggar kesenian Bodronoyo, Ngrancah, Pendowoharjo, Girimulyo. Kulon Progo, DIY.
–HUMAS—