
Sekertariat : Jl. Barek, skip utara, Yogyakarta
Kodepos : 55281
Telp (0274) 9240430, 6492340
website : http://www.gegama.geografi.ugm.ac.id
e-mail : gegama_geografi@yahoo.com

Sekertariat : Jl. Barek, skip utara, Yogyakarta
Kodepos : 55281
Telp (0274) 9240430, 6492340
website : http://www.gegama.geografi.ugm.ac.id
e-mail : gegama_geografi@yahoo.com
Pada tahap pertama seorang calon anggota harus mengikuti pendidikan dasar dan berstatus sebagai anggota wiramuda. Untuk menjadi calon anggota wiramuda, ia harus mengikuti seleksi, melalui berbagai tes, antara lain: tes kesehatan, ketahanan fisik, serta wajib mengikuti prapendidikan dasar.
Calon anggota wiramuda yang telah lulus Pendidikan dan latihan dasar GEGAMA akan mendapatkan slayer berwarna merah sebagai simbol dan tanggungjawab yang disematkan pada saat Upacara Penutupan Pendidikan dan latihan Dasar. Setelah itu ia berstatus sebagai Anggota Wiramuda GEGAMA yang belum mempunyai nomor keanggotaan. Selama periode yang ditentukan seorang anggota wiramuda wajib mengikuti serangkaian kegiatan yang intinya merupakan pendalaman dari berbagai materi yang telah didapat pada pendidikan dan latihan dasar.
Pengertian Lingkungan Hidup
Pengertian lingkungan hidup berdasarkan UU No.4 Tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Ruang Lingkup Lingkungan Hidup
Ruang lingkup dari lingkungan itu sendiri terdiri atas komponen biotik, abiotik, dan kultur.
1. Abiotik
Merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi makhluk hidup dan terdiri atas tanah, atmosfer, air, dan sinar matahari.
2. Biotik
Merupakan semua makhluk hidup yang terdiri atas manusia, hewan, dan manusia. Menurut fungsinya dibedakan atas 3 kelompok yaitu: kelompok produsen, konsumen, dan pengurai.
3. Kultur
Kultur sering disebut juga dengan budaya yang merupakan komponen tambahan yang erat kaitannya dengan perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Pengelolaan Lingkungan
Menurut UU No.4 Tahun 1982 Pasal 1 ayat (7) menerangakan bahwa pengertian dari Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
Sasaran pengelolaan lingkungan hidup menurut Bab II pasal 4 UURI 23/1997 meliputi :
1. Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup.
2.Terwujudnya manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup yang memiliki sifat dan tindakan melindungi dan membina lingkungan hidup.
3. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan.
4. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup.
5. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
6.Terlindunginya NKRI terhadap dampak usaha dan atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup.
Pelestarian Lingkungan Hidup
Pelestarian lingkungan hidup merupakan suatu upaya atau tindakan untuk melestarikan dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan sekitar. Lingkungan sebagai sumber daya memiliki daya dukung lingkungan yang terbatas baik secara kualitas maupun kuantitas. Keterbatasan merupakan karakteristik sumber daya alam karena pada suatu saat pasti akan rusak atau habis walaupun tidak tersentuh oleh tangan manusia. Saat penggunaan atau eksploitasi sumber daya telah melebihi daya dukung yang dimiliki lingkungan maka akan terjadi degradasi lingkungan.
Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan yang menjadi isu global dialami pula oleh Indonesia, mulai dari kerusakan hutan, kerusakan tanah, pencemaran, penipisan lapisan ozon, efek rumah kaca, hujan asam, penurunan keanekaragaman hayati, sampai berbagai penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.
Salah satu usaha pelestarian lingkungan hidup bisa dilakukan dengan sistem konservasi. Konservasi sumber daya alam hayati merupakan pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya. Adapun tujuannya adalah untuk terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta kesinambungan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Jadi dengan adanya konservasi ini diharapkan kerusakan yang terjadi di lingkungan sekitar dapat diminimalisir dan pemanfaatan sumber daya alam dapat dilakukan dengan bijaksana.
Bidang operasional yang berkembang di GEGAMA sekarang memiliki 5 divisi kegiatan yaitu, divisi Hutan Gunung, Arung Jeram, Penelusuran Gua, Panjat Tebing dan divisi lingkungan. Dalam perkembangannya, kegiatan operasional di GEGAMA mengalami pasang surut baik dari kualitas kegiatan, kuantitas kegiatan atau SDM yang ada.
Untuk mengatasi keadaan tersebut berbagai langkah telah dicoba diterapkan di GEGAMA. Beberapa langkah yang telah diterapkan di GEGAMA yaitu adanya pendivisian dan pembuatan kurikulum operasional. Pendivisian dimaksudkan agar regenerasi di masing-masing divisi terus berjalan dan kurikulum operasional merupakan acuan berkegiatan bagi anggota GEGAMA yang di dalamnya terdapat materi-materi operasional dan materi penunjang lainnya. Dari kurikulum operasional ini dibuat sebuah schedule kegiatan sebagai panduan untuk semua kegiatan operasional. Pengaturan jadwal kegiatan lapangan dibuat agar tidak terjadi benturan jadwal kegiatan antara sesama divisi di operasional dan bidang-bidang lain di GEGAMA. Sesuai schedule kegiatan, dalam 2 bulan masing-masing divisi minimal melakukan sekali kegiatan baik berupa kegiatan lapangan maupun latihan atau simulasi. Untuk menunjang kegiatan operasional, beberapa materi ruang atau diskusi dilakukan di GEGAMA.
Kepengurusan 2008/2009 mencoba mensinergiskan kondisi yang sedang berkembang ini dengan tema yang menekankan pada kegiatan operasional dan lingkungan yang berorientasi ilmiah dan informatif. Kegiatan operasional diharapkan dapat optimal dengan mengacu pada kurikulum operasional sehingga ada peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan operasional.
Siklus kegiatan operasional yang ada di GEGAMA sekarang sebenarnya merupakan penyesuaian keadaan yang ada saat ini, yaitu Diklatsar – Latihan Dasar – Kegiatan Lapangan – Mandiri Operasional – Pendevisian. Dari siklus inilah materi operasional disampaikan secara bertahap dan berkelanjutan.
LANGUAGE VERSION DOWNLOAD
Indonesia 1.0 RAR
Musyawarah Anggota (Musang) GEGAMA 2011 akan dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu (25-27 Maret 2011). Tempat pelaksanaan Musang di sanggar kesenian Bodronoyo, Ngrancah, Pendowoharjo, Girimulyo. Kulon Progo, DIY.
–HUMAS—